Sabtu, 31 Januari 2015

Persib Undercover, Kisah Unik dalam Perjalanan Maung Bandung


Senin, 08/12/2014 20:11 WIB

Persib Undercover, Kisah Unik dalam Perjalanan Maung BandungHalaman muka buku Persib Undercover. (foto: dok. bobotoh.org)
Seorang jurnalis koran nasional, Aqwam Fiazmi Hanifan dan arkeolog sepak bola Indonesia Novan Herfiyan menerbitkan sebuah buku "Persib Undercover" yang becerita mulai berdirinya Persib Bandung hingga menjadi juara sepak bola nasional.
Uniknya, buku ini menuliskan bagaimana kejadian yang jarang terpublikasi media seperti halnya keluhan para dukun saat final tahun 1937 atau pengakuan copet saat Persib kirab juara tahun 1990.
Aqwam, selaku salah satu penulis buku ini menuturkan, buku ini seharusnya sudah dirilis pada ulang tahun Persib ke-80. Namun, hal tersebut urung dilakukan karena bermasalah dengan penerbit.
"Momen awalnya sebenarnya buku ini akan dirilis pas hari ulang tahun Persib ke-80. Naskah buku sudah jadi Februari 2013 namun berhubung ada masalah dengan pihak penerbit, hasrat itu batal. Saat Persib juara, ada penerbit lain yang ingin menerbitkan buku ini," katanya seperti dilansir situs resmi Persib Bandung.
Isi buku ini sangat kental dengan sejarah Persib. Tidak hanya itu, ia juga menulis tentang momen-momen saat Persib menjadi juara atau runner-up, lengkap dengan ulasan taktik dan statistiknya.
"Ada cerita dua laga legendaris saat Persib kalah dari PSMS pada 1983 dan 1985, serta segala hal yang terjadi pada saat itu yang belum diketahui publik. Pun bagaimana Persib begitu emosional karena tidak bisa membalas dendam pada 1985," katanya lagi.
Bobotoh juga menurutnya perlu tahu tentang bagaimana Persib awal mula berdiri pada 1937. "Di Solo pada 1937 itu, ada juga kisah-kisah menarik dan saya menulisnya di buku itu dengan judul 'Tim Ajaib Mengamuk di Solo'," tandasnya. (IES)
- See more at: http://msports.net/detailpost/persib-undercover-kisah-unik-dalam-perjalanan-maung-bandung#sthash.mJMBkRp8.dpuf
SUPER LIGA V TAHUN 2013

Menghadapi Indonesia Super Liga musim 2013 ini, PERSIB datang dengan penuh percaya diri dan tak segan untuk mematok target JUARA!!! Bagaimanapun, bobotoh sudah menunggu hampir 18 tahun sejak terakhir kali diboyong pada Liga Indonesia jilid pertama, sehingga gelar Juara seolah menjadi harga mati, dan manajemen pun mengamini keinginan bobotoh tersebut.

Setelah melalui persiapan yang matang, modal yang berlimpah dari pendapatan sponsor yang pastinya membuat iri tim lain, bertaburnya bintang-bintang lapangan hijau yang merapat ke kota Bandung, serta ditambah modal juara dari turnamen pra-musim Celebes Cup tahun 2012, membuat PERSIB diperhitungkan oleh pengamat sepakbola tanah air untuk merebut gelar juara di musim ini.

Mengawali kompetisi, PERSIB langsung berhadapan dengan tim tangguh Persipura. Meskipun bermain di kandang sendiri, PERSIB harus puas bermain imbang 1-1. Bahkan dalam pertandingan tersebut PERSIBtertinggal terlebih dahulu, sampai akhirnya pemain gelandang asal Kamerun, Mbida Messi menyamakan kedudukan pada saat injury time.

Pertandingan ke-2 PERSIB pada Putaran Pertama ISL 2013 masih digelar di stadion Siliwangi Bandung. Kali itu PERSIB mampu memberikan kepuasan untuk bobotoh. Gol pertama diciptakan oleh M. Ridwan setelah menerima assist yang cantik dari Herman Dzumafo. Gol kedua giliran Dzumafo sendiri yang berhasil memenangkan duel dengan pemain belakang dan berhasil mengecoh penjaga gawang Persiwa, gol ketiga diciptakan oleh Kenji Adachihara melalui sundulan kepala setelah menerima umpan matang Firman Utina melalui tendangan bebas di sektor kanan pertahanan. Unggul 3-0, permainan PERSIB sedikit lengah sehingga Persiwa dapat menciptakan 2 gol balasan. Beruntung lagi-lagi Kenji Adachihara berhasil memperlebar skor kemenangan melalui sontekan hasil dari umpan Supardi yang menusuk dari sektor kanan.Skor akhir 4-2 untuk kemenangan PERSIB.

Pertandingan ke-3 dan 4 adalah laga tandang PERSIB dalam tour Papua. Yang pertama melawan  Persiram,PERSIB berhasil mencuri point 1 setelah bermain imbang 2-2. Pertandingan berikutnya menghadapi Persidafon, hasilnya sama alias bermain imbang namun skor kali itu adalah 0-0.

Pertandingan ke-5 dan 6 kembali PERSIB harus menjalani laga tandang, kali ini tim Maung Bandung melawat ke Kalimantan. Berbekal amunisi baru yaitu pemain naturalisasi asal Belanda, Sergio van Dijk, PERSIBmematok target yang lebih baik daripada tour Papua. Namun sayang, saat menghadapi Persisam Samarinda,PERSIB harus mengakui keunggulan tim kota Samarinda ini dengan skor 2-1. Gol dari Sergio Van Dijk yang tercipta dari umpan Herman Dzumafo  tidak mampu menyelamatkan kekalahan PERSIB dari Persisam. Akan tetapi pemain yang konon dibandrol sekitar 5 miliar ini cukup mengobati kekecewaan punggawa dan bobotohPERSIB karena mampu menampilkan penampilan yang apik dan menjanjikan. Bintang baru telah lahir!

Saat berhadapan melawan Mitra Kukar kembali PERSIB harus takluk oleh sang tuan rumah, skor saat itu adalah 4-2. Gol PERSIB diciptakan oleh Abanda Herman melalui sundulan kepala setelah menerima umpan Sergio Van Dijk dari sayap kiri, sementara gol kedua adalah melalui tendangan keras M Ridwan yang memanfaatkan umpan tendangan bebas Firman Utina.

Hasil yang mengecewakan dari 4 laga tandang yang hanya membawa 2 point, membuat PERSIB diragukan untuk dapat bersaing di musim ini. Posisi pelatih Djadjang Nurjaman pun mulai banyak menuai kritik dari beberapa kalangan pecinta PERSIB.

Pertandingan selanjutnya digelar di hadapan pendukung setianya, PERSIB seakan melampiaskan kegagalan laga tandangnya dengan penampilan yang cukup impresif dengan mengandaskan PSPS Pekanbaru dengan skor yang cukup meyakinkan 4-1. Gol PERSIB tercipta melalui Supardi hasil umpan dari Firman Utina. Gol kedua diciptakan oleh tandukan sang bintang Sergio van Dijk hasil umpan crossing dari M Ridwan. Gol ketiga giliran M Ridwan yang berhasil menjebol gawang tim tamu melalui sundulan yang sangat cantik ke sudut kanan atas gawang. Gol terakhir diciptakan melalui tendangan penalti yang sempurna dieksekusi oleh Herman Dzumafo.

Pertandingan selanjutnya adalah melawan Persija Jakarta. Pertandingan yang disebut-sebut sebagai el classico Indonesia ini berlangsung anti klimaks. Jalannya pertandingan menjadi timpang, kualitas permainan Persija saat itu sangat jauh dibawah PERSIB Sehingga Maung Bandung dengan mudah melumat Macan Kemayoran ini dengan skor telak 3-1. Gol PERSIB diciptakan oleh Kenji Adachihara memanfaatkan umpan Sergio van Dijk. Gol kedua diciptakan melalui titik putih, Sergio van Dijk dipercaya menjadi algojo dan sukses memperdaya kiper lawan. Gol terakhir lagi-lagi lahir dari Sergio van Dijk, gol ini sangat spektakuler karena dilesakan hampir dari setengah lapangan pertandingan.

Pertandingan ke-9 digelar di Kota Palembang melawan Sriwijaya FC. Meskipun sempat mencuri gol oleh Sergio van Dijk, PERSIB kembali takluk dalam laga tandangnya. Kali itu PERSIB harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor 2-1.

Pertandingan selanjutnya merupakan Derby Bandung. Derby yang baru kembali terjadi lagi setelah Bandung Raya "dihidupkan" kembali dengan nama Pelita Bandung Raya. Publik Bandung masih tidak bisa pindah ke lain hati, selain sejarah PERSIB yang lebih mendarah daging, kualitas PERSIB di musim ini juga jauh lebih mentereng dibandingkan dengan Pelita Bandung Raya yang lebih mengandalkan pemain-pemain muda. Langkah PBR merekrut beberapa pemain asal PERSIB (Eka Ramdani, Nova Arianto, Edi Kurnia, Munadi, dll) juga di jajaran pelatih ada mantan pelatih PERSIB, Daniel Darko Janackovic (serta sebelumnya sempat ada nama legenda PERSIB, Adjat Sudradjat yang menjabat sebagai asisten pelatih), tetap tidak menggoyahkan publik Bandung untuk lantas mendukung mereka. Pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi seolah-olah menjadi laga kandang bagi PERSIB. Di menit ke-4, Herman Dzumafo sukses menyundul bola dengan cantik setelah memanfaatkan umpan crossing dari Supardi. Gol Kedua dilesakkan oleh Sergio van Dijk yang menerima sontekan berkelas dari Herman Dzumafo. Gol terakhir diciptakan oleh sundulan Abanda Herman yang sukses menyambut umpan tendangan bebas dari M Ridwan.

Pertandingan ke-11 putaran pertama ini kembali PERSIB menunjukkan keperkasaannya saat menggasak tamunya Gresik United dengan skor 3-1. Gol-gol PERSIB dicetak oleh Kenji Adachihara, M. Ridwan, dan Sergio van Dijk. Sayangnya kemenangan ini dinodai oleh oknum yang melakukan keributan sesama bobotoh di tribun utara.

Pertandingan ke-12 masih digelar di stadion Siliwangi, Bandung. PERSIB menghadapi Barito Putra yang baru saja kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Tim promosi ini diluar dugaan mampu membuat repotPERSIB. Pertandingan berlangsung cukup menarik melalui jual beli serangan. Akhirnya di pertandingan ke-12 nya ini, PERSIB berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 3-2. Gol perdana PERSIB diciptakan oleh Maman Abdurahman hasil umpan Supardi, gol kedua diciptakan oleh Sergio van Dijk. Gol kemenanganPERSIB tercipta melalui sundulan Abanda Herman.

Di pertandingan ke-13 PERSIB mengandaskan tamunya, Persiba Balikpapan lagi-lagi melalui Sergio van Dijk memanfaatkan umpan terukur dari Herman Dzumafo.

Masih bertindak sebagai tuan rumah, di pertandingan ke-14 PERSIB mencukur tamunya Persita Tangerang dengan skor telak 5-1. Inilah skor kemenangan terbesar PERSIB di putaran pertama ISL 2013. Gol pertamaPERSIB lahir dari M. Ridwan setelah mendapatkan umpan dari Sergio van Dijk, gol kedua tercipta dari Tony Sucipto memanfaatkan kemelut di depan gawang. Gol ketiga kembali diciptakan oleh Toni Sucipto. Gol keempat diciptakan oleh sundulan pemain pengganti, Airlangga Sutjipto yang menyambar bola hasil umpan crossing Sergio van Dijk. Gol terakhir PERSIB diciptakan oleh Sergio van Dijk melalui tendangan dari luar kotak penalti.

Pertandingan terakhir laga kandang PERSIB harus menghadapi tim kuat Arema Malang. Baik PERSIB maupun Arema, musim ini sama-sama dihuni oleh para pemain bintang. Pertandingan ke-15 PERSIB di lanjutan ISL 2013 putaran pertama ini merupakan pertandingan laga kandang terberat PERSIB (setelah laga berat lainnya melawan Persipura dan Barito Putra). Di sepanjang pertandingan Arema mampu merepotkan barisan pertahanan PERSIB. Meski bermain di luar kandang, Arema berani menerapkan pola menyerang. BeruntungPERSIB berhasil menciptakan gol melalui tendangan bebas spektakuler dari (lagi-lagi) Sergio van Dijk dan mencatatkan pemain ini ke papan atas Top Scorer Liga Indonesia 2013.

Pertandingan selanjutnya, PERSIB harus melakoni tour Jawa Timur. Pertandingan di gelar di Madura melawan tim promosi Persepam. Di laga ini, mental tandang PERSIB mulai menunjukkan taringnya, ini juga menepiskan keraguan banyak kalangan yang menilai PERSIB selalu tampil loyo di laga tandang. Setelah tertinggal terlebih dahulu, punggawa Maung Bandung ini berhasil membalikkan keadaan dengan tampil perkasa mencetak 3 gol melalui Naser Al Sebai, Herman Dzumafo dan Atep. Bisa dibilang ini adalah kemenangan tandang PERSIByang pertama di putaran pertama ISL 2013. Meskipun sebelumnya PERSIB pernah memenangi laga tandang saat melawan Pelita Bandung Raya, tapi pertandingan tersebut digelar di Bandung yang notabene merupakan markas dari PERSIB.

Pertandingan terakhir PERSIB di putaran pertama ISL 2013, melawan Persela Lamongan. Setelah pertandingan tandang sebelumnya PERSIB tampil perkasa, di pertandingan kali ini PERSIB harus puas bermain imbang dengan tuan rumah Persela 1-1. Meskipun sempat mencuri gol terlebih dahulu melalui gol M. Ridwan, namun permainan PERSIB di pertandingan ini kurang begitu menggigit. Hasil ini juga menggagalkan ambisi PERSIBuntuk menduduki posisi 2 klasemen di paruh musim ini, karena di tempat lain Arema berhasil menahan imbang Persipura, dan tim yang berada di bawah PERSIB yaitu Sriwijaya FC sukses menyalip PERSIB setelah menang dari Persiram. Maka menutup putaran pertama ini, PERSIB harus puas berada di posisi ke-4.

Hasil analisa dari Putaran Pertama ini, tim manajemen beserta jajaran pelatih langsung memutuskan menambah beberapa amunisi. Barisan depan yang sebenarnya untuk putaran pertama ini sudah cukup baik ternyata tak luput dari perombakan. Herman Dzumafo yang telah memberikan sumbangsih dengan menciptakan 5 gol selama putaran pertama dan ikut mengantarkan PERSIB menjadi juara Celebes Cup 2012 ternyata tidak cukup memberikan kepuasan berkat penampilannya yang dianggap tidak kunjung menunjukkan performa terbaiknya. Pengganti dari Dzumafo adalah pemain Brazil yang selama ini bermain di tim Sriwijaya FC, pemain ini tidak asing dengan PERSIB karena pernah memperkuat PERSIB bahkan menjadi idola bobotoh dalam kurun waktu 2008-2011. Ya, pemain ini adalah Hilton Moriera. Welcome Home Thon!!!
Memasuki putaran ke II, 2 pertandingan awal dilewati dengan meyakinkan ketika menaklukan Persela Lamongan dan Persepam di kandang sendiri. 2 kemenangan tersebut membuat posisi PERSIB melejit dan harapan untuk menggapai juara musim ini kembali terbuka lebar. Namun di pertandingan ke-3 menghadapi Persita menjadi awal dari kegagalan musim ini. Sebenarnya PERSIB diuntungkan dengan bermain di Stadion Siliwangi (saat itu Persita menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home base-nya), namun apa mau dikata, di luar dugaan Persita yang saat itu menempati posisi papan bawah klasemen mampu mengimbangi PERSIBdengan permainan negative football-nya. Skor akhir adalah 2-2, kerugian besar untuk PERSIB , jarak dengan pemuncak klasemen, Persipura kembali menjauh.
Laga berikutnya merupakan tour Jawa Timur, PERSIB tak membawa 1 point pun saat menghadapi tuan rumah Arema dan Gresik United. Meskipun 4 partai selanjutnya PERSIB menunjukan grafik yang mengesankan dengan membukukan kemenangan, namun 3 partai berikutnya melawan tim-tim asal Kalimantan, PERSIBharus puas dengan hasil imbang, hasil tersebut membuat PERSIB (kembali) harus mengubur impiannya untuk meraih gelar juara tahun ini. Persipura yang tampil sangat impresif sepanjang kompetisi memiliki raihan point yang sudah tak terkejar. Bahkan torehan hasil 5 pertandingan sisa membuat PERSIB harus tergeser ke posisi ke-4 klasemen akhir oleh Mitra Kukar.
Catatan menarik di musim ini adalah ketika PERSIB yang "melahirkan" bintang baru, ya siapa lagi kalau bukan Sergio van Dijk. Striker berkepala plontos ini mendadak menjadi idola baru bobotoh dengan membukukan torehan 21 gol sepanjang kompetisi.


club_f43d9da+copy
Kejuaraan Antar Kota PSSI 1934

Kompetisi PSSI babak 4 besar tahun ini digelar di kota Solo bulan Juni 1934, namun lagi-lagi keberpihakan belum singgah pada PERSIB. Tim kota kembang ini harus puas menjadi runner-up dibawah VIJ Jakarta.


Klasemen Akhir Kejuaraan Antar Kota PSSI 1934
1. VIJ Jakarta
2. PERSIB BANDUNG
3. SIVB Surabaya
4. PSM Madiun
Bayi Ajaib, Baru Lahir Langsung Sabet Gelar Runner-Up

Di tahun ini, ketegangan antara UNI dan BVB (seperti yang kami singgung di bagian Pra1933) semakin memanas yang berbuntut keputusan UNI untuk keluar dari keanggotaan BVB (otomatis keluar juga dari keanggotaan NIVB selaku organisasi tertinggi sepakraga kolonial Belanda).

Pada tanggal 14 Maret 1933, muncullah perkumpulan sepakraga baru yang kemudian tumbuh menjadi legenda, klub itu  bernama Persatoean Sepakraga Indonesia Bandoeng yang lebih dikenal dengan nama PERSIB. Kelahiran klub ini merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Lahir dan berkembangnyaPERSIB tidak bisa lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Warna Nasionalisme sangat kental mewarnai kelahiran PERSIB. Saat kelahiran PERSIB, di tanah air ketika itu sedang berkembang rasa Nasionalismeyang mencita-citakan sebuah kemerdekaan. PERSIB merupakan salah satu sarana perjuangan yang dilahirkan masyarakat Bandung. Untuk itu bisa dimengerti apabila kini PERSIB terasa begitu mengakar dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Masyarakat Bandung dan Jawa Barat khususnya serta bangsa Indonesia pada umumnya. Anwar St. Pamoentjak tercatat sebagai ketua umum PERSIB yang pertama. Klub-klub yang menjadi anggota PERSIB ketika itu adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA dan Merapi. Masih dianggap sebagai “klub kelas 2”, PERSIB dan klub lokal lainnya menggunakan lapangan di pinggiran kota seperti Lapangan Tegallega bagian timur,  lapangan HBOM (depan Pajagalan-Ciroyom), lapangan Cibuntu dan lapangan Cilentah.

Dalam perkembangannya, klub-klub pribumi yang sudah ada sebelumnya seperti PSIB dan NVB, sepakat untuk melebur bersama PERSIB. Penyatuan ini diharapkan dapat semakin menekan keberadaan klub bentukan Belanda, BVB,  yang sudah lebih dahulu eksis di kota Bandung.

Sementara itu dalam kejuaraan antar kota yang digelar PSSI, pasukan PERSIB mulai diterjunkan sebagai wakil dari Bandung, dan langsung berhasil membuktikan diri sebagai runner-up di kejuaraan yang digelar di Surabaya. Kejuaraan ini diikuti oleh 4 tim antara lain PERSIB, SIVB Surabaya (sebelum berganti nama menjadi Persibaja kemudian Persebaya), PSIM Yogyakarta, dan VIJ Jakarta (sebelum berganti nama menjadi Persidja kemudian Persija). Format kejuaraan ini sedikit unik (setidaknya untuk saat ini) meskipun diikuti 4 tim tapi setiap tim hanya bertanding 2 kali, jadi ada 1 tim yang tidak dilawan. Belum jelas apakah penentuan lawan di kejuaraan ini berdasarkan hasil undian atau hal lain, yang pasti PERSIB mendapat “jatah” bermain melawan SIVB Surabaya dan PSIM Yogyakarta.

Di pertandingan pertama PERSIB tanggal 2 Juni 1933, PERSIB menahan imbang tuan rumah SIVB Surabaya dengan skor 2-2. Sementara di pertandingan selanjutnya tanggal 5 Juni 1933, PERSIB berhasil mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0. Dari hasil 2 pertandingan ini, PERSIB menduduki peringkat ke 2 dibawah VIJ Jakarta (tim yang tidak pernah dihadapi di kejuaraan ini).

EJARAH BERDIRINYA VIKING

Melihat rangkaian sejarah perjalanan Viking Persib Club, maka para Vikers (anggotanya) akan selalu bercermin pada perjalanan Persib Bandung dalam mengarungi Samudra kompetisi sepakbola Indonesia, baik pada saat Kompetisi Perserikatan maupun pada saat Liga Indonesia. Berawal dari perjalanan prestasi “Sang Maung Bandung” yang begitu membanggakan dan menggetarkan dunia persepakbolaan Indonesia, khususnya pada dekade 1985 hingga dekade 1995, dimana Persib mampu memberikan suatu kebanggaan kepada para pencintanya, dengan tampil lima kali berturut-turut pada partai final Piala Presiden (Perserikatan kala itu), dan tiga kali diantaranya Persib berhasil tampil sebagai “Kampioen”, yang kemudian berlanjut dengan merebut gelar “Juara” untuk pertama kalinya pada kompetisi format baru, yaitu Liga Indonesia. “Totalitas” yang telah diberikan oleh Persib kepada para pencintanya, kemudian dijawab kembali dengan “Totalitas” oleh sekelompok Pendukung Fanatik Persib yang kala itu sering menempati Tribun Selatan Stadion Siliwangi. Tercetuslah ide untuk membentuk sebuah kelompok Bobotoh demi melestarikan dan menjaga kebesaran nama Persib, disamping untuk menyatukan aspirasi serta kesamaan rasa cinta kepada “Sang Idola” Persib Bandung.

Melalui beberapa kali pertemuan yang cukup alot dan memakan waktu, akhirnya terbentuklah sebuah kesepakatan bersama. Tepatnya pada Tanggal 17 Juli 1993, disebuah rumah dibahu jalan Kancra no. 34, diikrarkanlah sebuah kelompok Bobotoh dengan nama ….. VIKING PERSIB CLUB. Adapun pelopor dari pendiriannya antara lain ; Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat dengan dihadiri oleh beberapa Pioner Viking Persib Club lainnya, yang hingga kini masih tetap aktif dalam kepengurusan Viking Persib Club.

Nama VIKING diambil dari nama sebuah suku bangsa yang mendiami kawasan skandinavia di Eropa Utara. Suku bangsa tersebut dikenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotis, berjiwa penakluk, pantang menyerah, serta senang menjelajah. Karakter dan semangat itulah yang mendasari “Pengadopsian” nama VIKING kedalam nama kelompok yang telah dibentuk.

Secara demonstratif, Viking Persib Club pertama kali mulai menunjukan eksistensinya pada Liga Indonesia I -- tahun 1993, yang digemborkan sebagai kompetisi semi professional pertama di Tanah Air kita. Slogan “PERSIB SANG PENAKLUK” begitu dominan terlihat pada salah satu atribut yang dipakai anggotanya.

Perjalanan waktu, kebersamaan, hubungan pertemanan, serta kesamaan rasa cinta yang telah terbina, pada akhirnya telah menjadikan Viking Persib Club sanggup bertahan hingga saat ini, bahkan semakin berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah nusantara.

Idealisme Viking Persib Club
Viking Persib Club adalah sebuah kelompok bukanlah organisasi atau fans club dengan segala aturan-aturan formal yang mengikatnya. Setiap anggota atau Vikers adalah bagian dari sebuah “Keluarga”, …. Dan layaknya sebuah Keluarga, keberagaman sifat dan tingkah laku yang berada didalamnya adalah merupakan sesuatu hal yang lumrah, dan Viking akan selalu berusaha untuk mengakomodir keberagaman tersebut.
Kelompok Suporter dapat dikatakan sebagai kelompok sosial, karena didalamnya terdapat sekumpulan individu yang berinteraksi secara bersama-sama serta memiliki kesadaran keanggotaan yang didasarkan oleh kehendak dan prilaku yang disepakati. Seperti kebanyakan kelompok-kelompok Bobotoh lainnya yang turut terlahir sama seperti halnya Viking Persib Club, yaitu secara Grass Root (dari arus bawah), maka Viking Persib Club memiliki cara atau cirri khas dalam menyikapi setiap permasalahan anggotanya. Hubungan pertemanan dan kekeluargaan yang tulus, erat tanpa pamrih serta rasa persaudaraan yang tinggi menjadi modal yang kuat bagi VIKING untuk terus eksis selama beberapa dekade.
Keanggotaan Viking Persib Club yang semakin besar, jelas menuntut sebuah tanggung jawab serta pengaturan yang sedemikian rupa secara professional, agar dapat lebih terukur dari segi pendataan, keuangan, rutinitas maupun manajerial, yang tentu saja membawa dampak tanggung jawab yang sangat besar bagi kepengurusan Viking Persib Club. Namun tentu saja semua formalitas tersebut tidak akan menghilangkan warna, ciri khas serta karakter Viking Persib Club. “Viking tetaplah Viking! Dia harus bercirikan kedekatan yang tulus antar anggotanya dan berkarakter sebagai sebuah keluarga ataupun geng”
Viking Persib Club murni lahir secara independen berdasarkan inisiatif dari para Bobotoh dari golongan grass root. Dalam pandangan Viking, supporter tidak hanya berperan sebagai “tukang sorak” saat menyaksikan dan mendukung kesebelasan kesayangannya, tetapi peran supporter harus lebih dari itu! Dia harus menjadi pembangkit semangat saat tim kesayangannya jatuh bangun menunaikan tugasnya dilapangan. Supporter juga harus menjadi kekuatan tambahan bagi para pemain dilapangan, …… intinya, supporter harus menjadi pemain ke-12! Dan VIKING ingin menjadi pemain ke-12 bagi PERSIB.
Pada saat ini, …… ketika sepakbola sudah menjadi industri, Peranan Bobotoh buat PERSIB pun menjadi berkembang tidak hanya sebagai objek pelengkap saja. Bobotoh seharusnya menjadi bagian dari prestasi dan keberhasilan yang dicapai oleh PERSIB. Berangkat dari sana, ….. Viking Persib Club pun mulai mengembangkan sayapnya dalam berbagai bentuk aktualisasi diri, mulai dari peningkatan pengkoordiniran massa dengan dibentuknya “distrik” di berbagai wilayah pada kantung-kantung Bobotoh, Penjualan Merchandise, pembuatan album kompilasi Persib, hingga tour organizer yang menyelenggarakan pemberangkatan rombongan Bobotoh ketika mendukung PERSIB apabila bermain tandang.

Kepemimpinan & Kepengurusan Viking Persib Club

Sejak awal berdirinya hingga saat ini, ….. Viking Persib Club diketuai oleh Heru Joko, dengan Panglima --- Ayi Beutik. Pertanyaan yang muncul, ……. Mengapa harus ada figur panglima? Jawabannya singkat saja, karena Bobotoh terikat secara emosional, dan mereka mengikatkan diri kepada PERSIB dan juga kepada sesama pendukung Persib. Kata Panglima disini adalah sosok “Ibu” dalam keluarga, pengasuh bagi anak-anaknya, sosok yang memimpin serta melindungi para anggota apabila terjadi sesuatu dilapangan. Sedangkan jabatan Ketua Umum yang disandang Heru Joko, adalah sebagai figure kharismatik yang memiliki fungsi politis keluar organisasi atau kelompok lain. Lain halnya dengan Yoedi Baduy yang menjabat sebagai Sekretaris Umum, ia mengelola dan mengkoordinir segala bentuk kegiatan secara administratif. Bisa dikatakan ketiganya adalah pemimpin atau leader Viking Persib Club, yang tentu saja ditopang oleh pentolan-pentolan Viking Persib Club yang lainnya, seperti ; Yana Ewok, Asep “Ucok”, Yana Bool (Mr. Y), Dadan Gareng, Boseng, Odoy, Pesa dan Hendra Bule.

Dan yang tak kalah pentingnya lagi, …… kontribusi Distrik-distrik Viking Persib Club yang saat ini sudah tersebar diberbagai wilayah , seolah menjadi elemen penting lainnya bagi pendobrak berkembangnya Viking Persib Club dewasa ini. ***

Kamis, 29 Januari 2015

Persib Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persib Bandung
Star full.svg
Logo Persib
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola
Indonesia Bandung
JulukanMaung Bandung
Pangeran Biru
Didirikan14 Maret 1933
StadionGelora Bandung Lautan Api
BandungIndonesia
(Kapasitas: 38.000)
Direktur JendralBendera Indonesia Glenn Sugita
ManajerBendera Indonesia Umuh Muchtar
PelatihBendera Indonesia Djajang Nurjaman
LigaLiga Super Indonesia
Posisi 2014ke-1, Liga Super Indonesia
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterViking Persib Club, Bobotoh
Kostum kandang
Kostum tandang
Soccerball current event.svg Musim ini
Persib yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah salah satu tim sepak bola Indonesiayang berasal dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalahMr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depantribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan JatinegaraJakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilihAnwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangihijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. AlexaRd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 196119861990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 19501959,19661983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamsopada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama sepertiRisnandar SoendoroNandar IskandarAdeng HudayaHeri KiswantoAjat SudrajatYusuf BachtiarDadang KurniaRobby DarwisBudimanNur'alimYaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Stadion dan Mess[sunting | sunting sumber]

Stadion si Jalak Harupat (bird eye)
Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakaiStadion Siliwangi.
Pada Liga Super Indonesia 2008, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009Kepolisian Kota Bandungtidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak HarupatSoreangKabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir musim kompetisi.
Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-basePersib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.
Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.
Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

[sunting | sunting sumber]

  • PT Daya Adira Mustika (Honda Dealer) (2009/2010 — 2012/2013)
  • PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) (Evalube) (2009/2010 — 2011/2012)
  • PT Indosat Tbk. (Indosat IM3) (2012/2013)
  • PT Harum Energy Tbk (Coal Mining Company) (2011/2012)
  • PT Multistrada Arah Sarana, Tbk. (MASA) (Corsa Tire) (2009/2010 & 2011/2012)
  • PT Surya Eka Perkasa (2011/2012)
  • Kopi ABC
  • Achilles Radial
  • PT Pos Indonesia
  • Bank BJB
  • Extra Joss
  • OctaFX

Apparel[sunting | sunting sumber]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatamadan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Nasional[sunting | sunting sumber]

Liga[sunting | sunting sumber]

Perserikatan
Juara (5): 19371961198619901994
Runner-up (8) : 1933193419361950195919601982/19831984/1985
Juara (1): 1994–95

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 1995, Juara Liga Indonesia
  • Tahun 1996, Penyisihan Grup C, Peringkat 3 Divisi Barat
  • Tahun 1997, Penyisihan Grup B, Peringkat 1 Divisi Tengah
  • Tahun 1998, Semifinalis
  • Tahun 1999, Peringkat 3 Grup B, Wilayah Barat
  • Tahun 2000, Peringkat 8 Wilayah Barat
  • Tahun 2001, 8 Besar Liga Indonesia, Peringkat 3 Divisi Barat
  • Tahun 2002, Peringkat 8 Wilayah Barat
  • Tahun 2003, Peringkat 16 Liga Bank Mandiri
  • Tahun 2004, Peringkat 6 Liga Bank Mandiri
  • Tahun 2005, Peringkat 5 Wilayah Satu
  • Tahun 2006, Peringkat 12 Wilayah Satu
  • Tahun 2007, Peringkat 5 Wilayah Barat, Juara Turnamen Paruh Musim "Laga Bintang" Liga Djarum melawan Peringkat 1 Wilayah Timur

Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

Persib Bandung & Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Liga Indonesia
  • Juara (2): 19952014
  • Runner-Up (0):

Piala Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Piala Indonesia
  • Juara (0):
  • Runner-Up (0):

Turnamen Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Persija Cup
  • Juara (1): 1991
  • Kang Dada Cup
  • Juara (1): 2008
  • Celebes Cup
  • Juara (1): 2012
  • Jusuf Cup
  • Juara (1): 1979
  • Juara Cup
  • Juara (1): 1957
  • Piala Walikota Padang
  • Juara (1): 2015

Internasional[sunting | sunting sumber]

  • Pesta Sukan (Sultan Brunei Cup)
  • Juara (1): 1986
  • Liga Champions Asia
  • Perempatfinal (1): 1995

Skuat[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pemain Persib di Indonesia Super League 2015
No.PosisiPemainNegara
78KiperI Made Wirawan     Indonesia
3BekVladimir Vujović     Montenegro
6BekTony Sucipto     Indonesia
7GelandangAtep Rizal     Indonesia
8GelandangMuhammad Taufiq     Indonesia
10GelandangMakan Konaté     Mali
17PenyerangRudiana     Indonesia
12KiperShahar Ginanjar     Indonesia
13BekMuhammad Agung Pribadi     Indonesia
15GelandangFirman Utina     Indonesia
16BekAchmad Jufriyanto     Indonesia
18BekJajang Sukmara     Indonesia
19BekSigit Hermawan     Indonesia
22BekSupardi Nasir     Indonesia
23GelandangMuhammad Ridwan     Indonesia
24GelandangHariono     Indonesia
28BekAbdul Rahman Sulaeman     Indonesia
1KiperM. Natshir Fadhil Mahbuby     Indonesia
82PenyerangTantan     Indonesia
4GelandangDias Angga Putra     Indonesia
11GelandangDedi Kusnandar     Indonesia
99PenyerangYandi Sofyan Munawar     Indonesia

Transfer 2014-2015[sunting | sunting sumber]

Masuk[sunting | sunting sumber]

Keluar[sunting | sunting sumber]

Staff kepelatihan[sunting | sunting sumber]

PosisiNama
ManajerH. Umuh Muchtar
Assisten manajerDeddy Firmansyah
Direktur TeknikIndra Tohir
Pelatih UtamaDjajang Nurjaman
Asisten PelatihSutiono Lamso, Asep Somantri
Pelatih KiperAnwar Sanusi
Pelatih FisikYaya Sunarya
Pelatih U-21Mustika Hadi
Manajer U-18Edi Djukardi
Pelatih U-18Asep Sumantri
Manajer U-15Sigit Iskandar
Pelatih U-15Anggi Prasetya
Dokter TimMohammad Raffi Ghani

Kepengurusan[sunting | sunting sumber]

Badan hukum[sunting | sunting sumber]

PT Persib Bandung Bermartabat
PosisiNama
Direktur JendralGlenn Sagita
ManajerH. Umuh Muchtar
Assistant manajerDeddy Firmansyah
Direktur KeuanganMerdi Hazizi
Direktur Marketing dan DevelopmentVeby Permadi
Direktur PengembanganAri D. Sutedi
Komisaris UtamaZainuri Hasyim
KomisarisKuswara S. Taryono
Wakil Komisaris UtamaPieter Tanuri

Suporter[sunting | sunting sumber]

Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan dari ibu kota provinsi Jawa Barat. Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga IndonesiaBobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib ClubBomber (Bobotoh Maung Bersatu), Flowers City Casuals, Ultras Persib.
Suporter Persib memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija JakartaThe Jakmania. Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka.
Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim.
Pada 22 Juni 2013, ketika Persib akan melakoni pertandingan tandang melawan Persija Jakarta di SUGBK, tiba-tiba bus yang mengangkut rombongan pemain dan ofisial diserang oleh oknum yang diduga adalah supporter lawan (The Jakmania) dan serangan itu adalah efek dari serangan suporter Persib kepada pemain dan ofisial Persija pada pertandingan sebelumnya. Sampai pada akhirnya pertandingan "El Classico" Indonesia tersebut ditunda sampai tanggal 28 Agustus 2013.

Daftar pelatih dan pemain asing[sunting | sunting sumber]

Pelatih Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pelatih Persib sejak musim kompetisi 1994/1995:
TahunPelatih
1994/1995Bendera Indonesia Indra Thohir
1995/1996Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
1996/1997Bendera Indonesia Nandar Iskandar
1997/1998Bendera Indonesia Nandar Iskandar
1998/1999Bendera Indonesia M. Suryamin
1999/2000Bendera Indonesia M. Suryamin
Bendera Indonesia Indra Thohir
2000/2001Bendera Indonesia Indra Thohir
2001/2002Bendera Indonesia Deny Syamsudin
2003/2004Bendera Polandia Marek Andrzej Sledzianowski
Bendera Indonesia Bambang Sukowiyono & Iwan Sunarya (caretaker)
Bendera Chili Juan Antonio Paez
2004/2005Bendera Chili Juan Antonio Paez
2005/2006Bendera Indonesia Indra Thohir
2006/2007Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
Bendera Indonesia Djadjang Nurdjaman & Dedi Sutendi (caretaker)
Bendera Moldova Arcan Iurie Anatolievichi
2007/2008Bendera Moldova Arcan Iurie Anatolievichi
Bendera Indonesia Djajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008/2009Bendera Indonesia Jaya Hartono
2009/2010Bendera Indonesia Jaya Hartono
Bendera Indonesia Robby Darwis(caretaker)
2010/2011Bendera Perancis Daniel Darko Jankovic
Bendera Serbia Jovo Cuckovic
Bendera Indonesia Daniel Roekito
2011/2012Bendera Kroasia Drago Mamic
Bendera Indonesia Robby Darwis (caretaker)
2012/-Bendera Indonesia Djajang Nurjaman

Daftar pemain legendaris[sunting | sunting sumber]

Daftar pemain asing[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pemain asing yang pernah bermain untuk Persib. Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Persib.